KUASA MUJIZAT Oleh Pdt. DR. YESAYA PARIADJI

PERINTAH TUHAN YESUS
MENDIRIKAN GEREJA TIBERIAS
YANG PENUH KUASA DAN MUJIZAT , MENYEMBUHKAN DAN MENGHANTAR JUTAAN MANUSIA KE SORGA

Pendahuluan
Tuhan Yesus memberi perintah kepada Gereja Tiberias untuk membuktikan kuasa-kuasa dan mujizat-mujizat Allah dengan pelayanan-pelayanan seperti zaman Kisah Para Rasul (Kisah 2:17-19), dengan ciri-ciri yaitu Pelayanan yang penuh kuasa dan mujizat Allah. Kuasa di balik sakramen-sakramen Perjamuan Kudus (Kisah 2:42-43) & Minyak Urapan, sakramen Baptisan Selam, Perkawinan dan Penyerahan Anak. Gereja Tiberias diperintahkan Tuhan memangun Gereja seperti zaman Kisah Para Rasul. Begitu bertobat, bertemu dengan Allah, ang punya Kerajaan Sorga, saya dipanggil menghadap tahta Allah, diperintahkan untuk membangun Gereja. Saya kemudian menjelaskan kepada istri : “Mari kita jual segala milik kita, rumah kita, untuk membangun Gereja-gereja, untuk membangun pelayanan.” Dan istri saya setuju, tinggalkan kota Jakarta. Tetapi setelah keluar masuk desa, Tuhan memerintahkan untuk membangun Gereja yang besar di Jakarta.

Matius 6:33
“TETAPI CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA, MAKA SEMUANYA ITU AKAN DITAMBAHAN KEPADAMU.”

Istri Saya yang Semula Dipilih Tuhan : Membangun Persekutuan Doa yang Cukup Besar.

Firman Allah berkata di dalam Wahyu 3:18-22 demikian : “Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barang siapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan Dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku diatas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku diatas tahta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Firman Allah tersebut mengatakan bahwa orang-orang yang dikasihi Tuhan akan ditegor dan dihajar. Berarti, panggilan dan didikan dari Tuhan itu bertingkat. Mula-mula Allah menegor kita agar kita segera bertobat dan membukakan pintu hati kita bagi Yesus yang telah mengetok yang lalu mengundang Dia masuk dan pesta bersama-sama dengan Tuhan. Tetapi bila kita masih belum mau bertobat, maka hajaran Tuhan yang akan menimpa kita sampai akhirnya kita bertobat dan menerima Yesus di dalam hdup kita. Saya dan istri saya rupanya harus mengalami hajaran yang demikian keras karena latar belakang kami yang belum mengenal Yesus.

Saya akan menceritakan dan menjelaskan, bagaimana istri saya dipilih dan dipanggil Tuhan terlebih dahulu.

1.Istri saya lumpuh lalu ia bertobat

a)Istri saya jatuh dan mengalami kelumpuhan

Ketika istri saya akan melahirkan anak yang keempat, anak yang bungsu, pada saat yang bersamaan, dokter yang akan membantu istri saya melahirkan telpon bahwa ada juga seorang ibu yang akan melahirkan dan dalam kondisi yang gawat. Dalam kondisi dilema, dokter itu kemudian emutuskan membantu istri saya melahirkan terlebih dahulu. Agar bayinya cepat keluar, maka dokter memberi suntikan dobel dosis obat kontraksi yang membuat istri saya demikian kesakitan. Akibat obat ini, istri saya yang pada posisi duduk bisa bayinya keluar sendiri.

Namun efek samping dari obat kontraksi yang dobel dosis itu, istri saya menjadi demikian lemah, sehingga pada suatu hari, terpeleset jatuh dan lumph. Selama 31/2 tahun, ke mana-mana duduk di kursi roda denan membawa tabung oksigen, bHKn sering jatuh pingsan dalam posisi duduk. Kaki istri saya juga menjadi kecil sebelah sepert orang penderita polio, karena kakinya sering disedot karena ada cairan di kaki kirinya.

b)Istri saya diam-diam pergi ke Gereja

Saat menderita kelumpuhan, Tuhan menuntun istri saya masuk ke sebuah Gereja dan sujud sambil menangis di depan altar. Tiga hari pertama istri saya datang ke Gereja yang sudah kosong setiap pagi jam 9 diantar sopir. Saat itu dalam benak istri saya penuh dengan pertanyaan : Mengapa Yesus itu disebut Tuhan? Mengapa orang Kristen selamat, jika Tuhan Yesus salah? Saat itu istris saya tidak mencari kesembuhan atas penyakitnya, melainkan hanya mencari kebenaran. Tetapi justru mujizat terjadi kepada istri saya, dimana pada hari yang ketiga, kaki istri saya sembuh total bahkan sampai dapat mengendarai mobil sendiri. Pastilah Firman Allah di dalam Matius 6:33 tergenapi pada istri saya: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”

Selanjutnya setiap pagi jam 5, istri saya diam-diam pergi ke Gereja pada hari biasa untuk menghadiri ibadah jam 6 pagi. Sopir diminta untuk mendorong mobil diam-diam dan setiap hari diberi uang Rp. 25.000,- (jumlah yang besar saat itu, karena akhirnya sopir itu dapat membeli rumah), agar tidak menceritakan kepada siapapun bahwa ia pergi ke Gereja.

c)Istri saya dijamah dan dilepaskan Tuhan Yesus

Suatu kali, teman istri saya mengajak istri saya menghadiri suatu ibadah di suatu rumah. Ibadah itu rupanya agak khusus, karena hanya dihadiri ibu-ibu para misionaris dan setiap orang yang hadir harus berdoa. Pada saat tiba giliran istri saya diminta untuk berdoa, istri saya gugup dan tidak tahu bagaimana cara berdoa orang kristen. Akhirnya dengan memberanikan diri, istri saya berdoa dengan berkata: “Tuhan saya tidak bisa berdoa seperti ibuibu ini, karena saya seorang islam.”  Tiba-tiba dari belakang leher istri saya seperti ada yang meloncat keluar dan istri saya menjerit keras. Melihat keadaan istri saya, ibu-ibu yang hadir mengitari istri saya dan menumpangkan tangan serta berseru: “jamah ibu ini, jamah sebagai anak-Mu Tuhan…”

Istri saya sungguh-sungguh dijamah Tuhan dan mengalami kelepasan dari kuasa-kuasa yang selama ini ada pada dirinya. Pada telapak tangan istri saya sekonyong-konyong dipenuhi air yang mengalir. Mulanya istri saya tidak mengerti air apa itu. Tetapi kemudian Tuhan memberi hikmat kepada istri saya bahwa itu adalah air yang selama ini ia pakai untuk membersihkan diri sebelum dia melakukan ibadah.

d)Ampuni hamba Tuhan menjual piano dan mobil istri

Saat itu saya belum Kristen, belum percaya kepada Tuhan Yesus. Beberapa kali bila saya pulang kerja, istri saya sedang pergi. Timbul rasa curiga di hati saya, sehingga pada suatu hari didorong rasa ingin tahu ke mana istri saya pergi, saya lalu mengikuti istri saya dengan diam-diam. Ternyata istri saya pergi ke Gereja dan main piano. Ampuni Tuhan,bila hamba kemudian menjual piano dan mobil istri hamba. Bila hamba teringat kejadian itu, saya menangis karena pernah marah kepada istri yang melayani di dalam kebaktian.

Memang istri saya sejak kecil sudah pandai main piano. Sejak masih duduk di SD kelas 6, istri saya selalu tampil main piano di acara TVRI. Dahulu setiap hari Rabu, dua kali sebulan, mengiringi Koor anak-anak, SDN Hos. Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, tempat istri saya sekolah, dalam menyanyikan 10 lagu wajib Kebangsaan di TVRI. Bukan hanya SD tempat istri saya sekolah saja ia mengiringi main piano, tetapi juga SD-SD lain yang tampil di TVRI juga diiringi oleh stri saya. Kegiatan ini terus dilakukan istri saya sampai ia duduk di bangku SMP.

e)Rupanya, Tuhan ingin terus memakai istri saya dalam bermain piano.
Hingga pertengahan tahun 2007, istri saya main piano melayani Tuhan pada acara Mujizat di TVRI, setiap hari Sabtu jam 9.30 pagi. Namun sekarang ini, telah menjadi Host pada acara Mujizat tersebut.

2.Istri saya mendirikan Persekutuan Doa

Gereja Tiberias dimulai dari mengadakan persekutuan Doa pada saat Hari Ulang Tahun istri saya, Darniaty Pariadji, yang jatuh pada tanggal 22 Mei 1988 yang bersamaan juga dengan perayaan pentakosta. Pada hari itu juga istri saya mendirikan kebaktian yang pada awalnya dipimpin oleh istri saya.

a)Awal berdirinya Persekutuan Doa di Apotik kami

Setiap hari Senin, istri saya mengadakan Persekutuan Doa yang berupa pendalaman Alkitab di apotik kami, di Jl. KyaiMaja. Awalnya ketika saya dan istri saya diperintahkan Tuhan Yesus mendirikan Gereja, kami tidak tahu cara mendirikan Gereja dan mengumpulkan banyak orang. Karena itulah, Persekutuan Doa yang didirikan oleh istri saya pada saat awal beridiri dihadiri oleh para pengemis dan tukang becak yang kami ajak dari jalanan. Namun kemudian lambat laun dihadiri oleh banyak ibu-ibu.

Tempat yang kami pakai sebagai tempat Persekutuan Doa ini adalah bekas gudang dan restoran di apotik kami yang direnovasi sehingga dapat dipakai menjadi tempat ibadah. Persekutuan Doa tersebut selalu penuh sesak, lebih kurang 300 jemaat, sehingga parkir mobil penuh. Melalui Persekutuan Doa, yang bekerja sama dengan PA – Tabernakel,banyak para hamba Tuhan besar yang bernubuat:

i.Dari Persekutuan Doa ini, api Kegerakan Rohani akan terjadi besar-besaran
ii.Dari Persekutuan Doa ini, akan bergerak dan berkembang ke pelosok-pelosok Tanah Air.

b)Bapak dari Istri saya tahu sejak kecil, istri saya akan menjadi Kristen.

Berikut penuturan istri saya pada awal-awal Persekutuan Doa itu berdiri: “Beberapa jam sebelum ibadah Persekutuan Doa dimulai, saya selalu merapikan kursi-kursi di ruang ibadah serang diri. Saya tidak mau dibantu oleh staff atau orang lain karena saya ingin berbuat sesuatu kepada Tuhan secara pribadi. Saya saelalu berusaha menyusun kursi-kursi sehingga lurus dan rapi. Ketika sedang merapikan kursi-kursi itulah, Bapak saya mncul dan memanggil saya untuk diajak berbicara.

Bapak saya berkata, bahwa sejak kecil dia sudah tahu kelak saya akan menjadi seorang Kristen. Waktu kecil, rumah kami ada di kompleks perumahan orang-orang belanda di daerah Menteng. Tetangga-tetangga kami banyak orang Belanda. Ketika itu saya masih kecil sekali, tetapi orang-orang Belanda itu sangat sayang kepada saya sehingga saya sering dipinjam, misalnya saat perayaan Natal. Pada suatu Natal, orang tua saya mencari saya mengapa sudah malam tetapi saya belum dikembalikan ke rumah. Karena itu, Bapak saya mencari dari satu rumah ke rumah yang lain. Tiba di suatu rumah, Bapak saya melihat saya sedang dipangku seseorang yang sedang berdoa dalam suatu ibadah keluarga. Saat itu Bapak  saya melihat saya sedang didoakan dan disaat itulah Bapak saya berkata: “Anak saya jadi orang Kristen.”

Itulah sebabnya Bapak saya sudah tahu kelak saya menjadi orang Kristen. Namun walaupun begitu, sempat membuat keluarga dan para family terkejut juga akhirnya mereka tahu saya menjadi orang Kristen.

Firman Allah berkata dalam Matius 5:6-8 : “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”

Saya berdoa memohon kepada Tuhan : Istri saya aja dan anak-anak yang ikut Tuhan. Malamnya, saya langsung ditegor oleh Tuhan bila tidak ikut Tuhan. Dan saya juga menolak untuk melayani. Setelah dihukum Tuhan dan lumpuh berkali-kali, saya terpaksa ikut bersama istri untuk melayani. Dan bersama istri lalu belajar di YPIIyang dipimpin oleh Pdt. Dr. Petrus Octavianus.

Yang Luar Biasa, Gedung PD I No. 20-22, Bolevard Raya, Kelapa Gading, merupakan gedung pertama yang dibeli. Sekarang telah kami bangun cukup megah dan bisa menampung lebih dari 2000 orang (tempat duduk) setiap ibadahnya. Kini maju pesat, serta telah punya 4 tempat ibadah, dan segera punya 2 gedung lagi di Kelapa Gading yang besar-besar.”

Gereja Tiberias Dibangun, Kami Rela Menyerahkan Segala Milik Kami.

Kami rela menjual harta dan rumah untuk memulai Gereja Tiberias. Tuhan Yesus berkata di dalam Matius 13:45-46 demikian : “Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” Firman Allah ini rupanya terjadi pada keluarga kami. Ketika saya dan istri dijamah Tuhan dan bertobat, kami seperti menemukan mutiara yang indah sehingga kami rela menjual segala harta milik kami.

Sebagai Pendeta, Dipaksa dan Dipilih Langsung Oleh Tuhan Yesus dan Diberi Janji-Janji :

1.Membangun Gereja terbesar di Jakarta dan yang penuh kuasa Allah.

Setelah saya berdoa semalam suntuk lebih dari 6 bulan, roh saya diangkat ke Sorga
dan diberi perintah mendirikan Gereja yang penuh Kuasa tiada taranya dan alam maut tidak bisa mengalahkan seperti yang terdapat di dalam Matius 16:18-19 : “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Sorga.”

2.Akan Menghantar jutaan ruang ke Tingkat Ruang Maha Kudus

Saya ingin bertemu dengan siapapun yang korbannya lebih dari saya. Itulah sebabnya, saya berlutut mencium kaki Tuhan Yesus dengan doa (saat diperlihatkan neraka): “Tuhan, tolong angkat mereka dari Api Neraka. Hamba yang turun ke neraka.” dijanjikan tingkat Ruang Maha Kudus, ntuk melayani pesta di hadapan Tahta Allah. Saya ingin berjumpa dengan orang-orang yang dipilih Tuhan dan yang dipaksa Tuhan untuk melayani di tahta Allah. Bila mulut saya belum pernah  mencium kaki Tuhan Yesus, setan-setan berhak merobek mulut saya hari ini Sebab orang dusta anak setan, Yohanes 8:44).

Firman Allah Pertama, Di mimbar Gereja Tiberias yaitu Kisah 2:17-19

Firman Allah pertama di kebaktian perdana di mimbar Gereja Tiberias diambil dari Kisah rasul 2:17-19 yang berkata : “akan terjadi pada hari-hari terakhir, demikianlah Firman Allah bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.”

Tuhan Yesus menjabarkan kepada kami bahwa Firman Allah yang dsampaikan leh Rasul Petrus pada hari Pentakosta tersebut tetap berlaku sampai hari ini. Bahwa Gereja Tiberias diberikan tugas untuk membuktikan dan menyatakan kuasa-kuasa tersebut seperti zaman kisah para rasul, yaitu pelayanan – pelayanan Kisah Para Rasul yang penuh Kuasa dan mujizat Allah. Dimana dengan firman Allah tersebut, kepada kita semua, kepada kakek nenek, kepada orang tua, kepada terunateruna, kepada muda-mudi, kepada anakmu laki-laki dan perempuan, tidak terkecuali diberikan kuasa yang besar.

Kepada kita diberikan kuasa-kuasa Allah, kepada kita diberikan mujizat-mujizat Allah yang besar. Ingat sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Tuhan Yesus berkata di dalam Kisah 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Inilah janji di dalam Kisah 2:17-19, yaitu hari Pentakosta.

Firman Allah menegaskan di dalam 1 Korintus 4:20 : “Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa-kuasa Allah.” Tuhan Yesus memberikan ayat kepada saya untuk baca di dalam Daniel 12:4 bahwa segala lmu pengetahuan manusia tidak bisa menandingi Firman Allah. Sebagai bukti, ilmu pengetahuan manusia belum bisa menyembuhkan penyakit AIDS, tetapi dengan Kuasa Perjamuan Kudus, sakit AIDS bisa disembhkan. Tugas Gereja adalah untuk membuktikan bahwa Firman Allah penuh kuasa, bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang Maha Kuasa.

Kepada kita diberikan kuasa-kuasa untuk bernubuat. Firman Allah berkata : supaya kamu bernubuat, karena siapa bernubuat membangun jemaat untuk menasehati dan menghibur, bebas dari penyakit, bebas dari penderitaan, bebas dari kutuk, bebas dari kemiskinan, bebas dari kutuk hutang dan sebagainya. (1 Korintus 14:3-5)
Kepada kita diberikan penglihatan-penglihatan yang akan datang, penglihatan-penglihatan yang belum terjadi. Di dalam Yohanes 16:3 Tuhan Yesus berkata: “tetapi apabila Ia datang, yaitu roh kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; Sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang di dengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”

Ilmu pengetahuanpun berkata bahwa ada orang-orang tertentu dengan indra ke enam mengatakan hal-hal yang akan datang. Bahkan ia mengetahui alam roh. Saya bertemu dengan dokter ahli spesialis yang berkata : bahwa istrinya mengetahui hal-hal yang akan datang, bahkan begitu tepatnya terjadi samapi pada jam dan menitnya. Bagi kita orang Kristen, Tuhan Yesus berkata bila Roh Kudus turun atas kita, kita diberikan karunia hal-hal yang akan datang. Dan kepada saya diberikan karunia oleh kuasa Roh Kudus yang sangat luar biasa dan mengetahui hal-hal yang akan datang.

Penglihatan Nama Gereja Tiberias

Sewaktu saya diberikan penglihatan dan diperintahkan untuk mendirikan Gereja Tiberias oleh Tuhan, maka perlu sebuah nama, perlu ciri khusus. Di dalam suatu penglihatan, saya membaca yohannes 21 dimana Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya di pantai Danau Tiberias, yaitu setelah kebangkitanNya. Dahulu Danau Tiberias disebut Laut Galilea. Danau ini memberikan kehidupan kepada bangsa Israel karena melalui air tawar Danau Tiberias inilah memberikan pengairan dan mensuplai keperluan dan kebutuhan air minum bagi bangsa Israel.

Di dalam Yohannes 21:10-12 dikatakan demikian : ‘bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.’ Simon naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: ‘Marilah dan Sarapanlah.’ Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepadaNya: ‘Siapakah Engkau?’ sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.”

1. Setelah kebangkitan Tuhan Yesus, itulah mjizat terakhir dan dilakukan di pantai Danau
Tiberias. Pada pagi itu ditangkap 153 ekor ikan.

2. Murid-muridNya mengenal Tuhan Yesus, di dalam Yohanes 21:4-7a demikian: “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?’ jawab mereka: Tidak ada.’ Maka kata Yesus kepada mereka: ‘tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.’ Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada petrus: ‘Itu Tuhan’. ”

3. Ayat ini menggambarkan bahwa TuhanYesus dapat membebaskan anda dari resesi ekonomi. Sewaktu muris-murisNya bekerja keras semalam-malaman untuk menangkap ikan, ternyata tidak mendapatkan satu ekor ikan pun. Tuhan Yesus cukup datang menampakkan diri, sehingga mereka mendapatkan 153 ekor ikan. Bahkan Tuhan Yesus menyediakan roti, menyediakan arang untuk memanggang, menyediakan makanan untuk sarapan pagi.

Bila anda dapat mengikuti keindahan ayat-ayat tersebut, anda bisa meneteskan air mata betapa kasihnya Tuhan kepada kita. Saya bisa meneteskan air mata sewaktu membaca Firman Allah tersebut. Itu antara lain berkat-berkat di Gereja Tiberias, angka 153 adalah angka dobel berkat. Di dalam suatu tafsiran disebutkan, saat itulah Tuhan Yesus mengadakan Pejamuan Kudus yang terakhir kali dan mujizat yang terakhir kali, yang lalu memerintahkan petrus untuk menggembalakan murid-muridNya (Yohanes 21:15-17). Kemudian Tuhan Yesus terangkat naik ke Sorga.

Perintah Tuhan Yesus kepada Petrus untuk menggembalakan murid-muridNya merupakan penggenapan dari janji Tuhan Yesus kepada Petrus pada Matius 16:18: “Dan Akupun berkata kepadamu : Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Sebagai mana janji Tuhan Yesus kepada petrus, demikian juga Tuhan Yesus memerintahkan saya untuk mendirikan Gereja Tuhan Yesus seperti Zaman Kisah Para Rasul dan dijanjikan akan mengantarkan ratusan ribu orang ke Sorga serta menyembuhkan puluhan ribu orang sakit. Proses penggenapan janji Tuhan ini terus terjadi terbukti banyaknya mujizat kesembuhan yang terjadi di Gereja Tiberias serta jemaat Tiberias berkuasa atas setan-setan dan alam maut.

Di dalam Lukas 10:13-15 Tuhan Yesus berkata: ‘Celakalah Engkau Khorazim! Celakalah Engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! ‘

Dalam suatu tafsiran, Tuhan Yesus mengutuk kota-kota Israel, termasuk kota Kapernaum dan Yerusalem. Kapernaum adalah kota di samping Danau Tiberias dimana paling banyak mujizat terjadi. Dalam suatu tafsiran yang lain, Danau Tiberias adalah satu-satunya tempat yang tidak pernah dikutuk oleh Tuhan Yesus, karena di dalam pelayananNya, Tuhan Yesus paling banyak, paling lama, paling senang berada di sekitar Danau Tiberias. Dan Gereja yang pertama juga terletak di Pantai Danau Tiberias. Dan Tuhan Yesus secara khusus memilih nama bagi Gereja kita yaitu : Gereja Tiberias, yang dijanjikan bahwa alam maut tidak dapat mengalahkannya. Gereja yang penuh kuasa, gereja seperti zaman Kisah Para Rasul.

Lambang Kerubium Di Ruangan Maha Suci

Lambang Kerubium ada di tabir Ruang Maha Suci. Kerubium tidak ada di pintu halaman ataupun di tabir pintu ruang Maha Suci. Lambang Kerubium hanya ditemui di tbair pintu ruangan Maha Suci. Mengapa harus dipasang gambar atau lambang Kerubium di tabir atau pintu Ruang Maha Kudus ? Di dalam kitab Kejadian 3:24 dikatakan demikian: “Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman eden ditempatkanNyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.” Kerubium itu ditugaskan untuk mencegah jangan sampai dosa masuk. Kalau sudah dijaga oleh Kerub, tempat itu tidak akan kemasukan dosa, tidak ada dosa lagi disana. Lambang Kerubium di pintu ruangan Maha Suci menandakan penjagaan terhadap orang-orang tingkat Ruangan Maha Suci yang sudah semakin dekat dengan tabut yaitu Kesempurnaan Allah. Dalam Perjanjian Lama memang ada tempat-tempat yang disucikan seperti Yerusalem dan Bait Allah. Tetapi di dalam Perjanjian Baru, orang yang beriman yang menuju bait Allah itulah yang disucikan (1 Korintus 3:16) dan orang-orang yang disucikan terus-menerus akhirnya akan mencapai kesempurnaan sehingga dosa sama sekali tidak bisa masuk ke dalamnya. Inilah tempat yang Maha Kudus, yaitu orang-orang yang sampai pada tingkatan Ruangan Maha Suci. Gereja Tiberias menggunakan lambang ini sesuai dengan mottonya yang mempersiapkan jemaat yang Kudus dan yang siap ke Sorga. Hanya orang-orang yang tingkat Ruangan Maha Suci yang dijaga oleh Kerubium-Kerubium sebagaimana lambang kerubium ada di pintu Ruangan Maha Suci.

Saya Dipilih Tuhan Seperti Kaisar Koresy.

1.Untuk Membangun Bait Allah

Saya melihat di langit tulisan jari-jari Allah bagaikan tulisan api berjalan menulis. Tulisan dilangit tersebut yaitu yang tertulis di dalam Yesaya 45:1-5 yang isinya demikian: “Beginilah Firman Tuhan: :Inilah FirmanKu kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, suapaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup.” Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi. Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah Tuhan, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu. Oleh karena hambaKu Yakup dan Israel, pilihanKu, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.” Tuhan berkata kepada saya: “Pariadji, Aku pilih kamu seperti Raja Koresh untuk membangun Gereja yang penuh Kuasa.”

Pada suatu hari, Tuhan menjabarkan kepada saya untuk membangun Bait Allah yang Kudus, untuk membangun Gereja yang penuh kuasa, yang tiada taranya, yaitu Pelayanan untuk menuju Tingkat Ruang Maha Kudus, untuk pesta di Sorga seperti yang tertulis di dalam Wahyu 3:20-22 demikian: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas Takhta-Nya. Siapa bertelinga hendaklah is mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

2.Dipilih Sebagai Gembala

Di dalam Yesaya 44:28, Firman Allah berkata: “Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia Gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem : Baiklah ia dibangun! Dan tentang bait suci: Baiklah diletakkan dasarnya!”ambarkan sebagai mempelai. Dikatakan di dalam Yehezkiel 16:1-14 bahwa Allah memungut Yerusalem untuk menjadi istri-Nya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: